Laporan bacaan 3 : Strategi
Pembelajaran
Oleh : Evilia Wandari
Kelas : PAI 4B
Nim
: 11901145
Assalamua’alaikum Wr.Wb
Dalam
pembahasan laporan bacaan 2 lalu saya membahas tentang kurikulum dalam
pendidikan jadi dalam laporan bacaaan 3 ini saya akan membahas tentang strategi
pembelajaran. Perlu kita ketahui dulu bahwa Istilah strategi dewasa ini banyak
dipakai oleh bidang-bidang ilmu lainnya, termasuk juga dalam dunia pendidikan.
Secara umum strategi mempunyai pengertian sebagai suatu garis besar haluan
dalam bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan. Kemudian jika
dihubungkan dengan kegiatan belajar mengajar, maka strategi dalam artian khusus
bisa diartikan sebagai pola umum kegiatan yang dilakukan guru-murid dalam suatu
perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah
digariskan. (Abu Ahmadi, dan Joko Tri Prasetya, 1997: 12) Dalam pemilihan
strategi haruslah dipilih strategi yang tepat, pengajaran yang diberikan kepada
anak didik tidak bersifat paksaan bahkan perilaku pemimpin kadang tidak perlu
dilakukan. Sebagai gantinya, para pendidik harus bersikap ngemong atau among.
Para
guru seharusnya tidak mengajarkan pengetahuan mengenai dunia secara dogmatik.
Sebaliknya mereka hanya berada dibelakang anak didik sambil memberi dorongan
untuk manju, secara khusus mengarahkan ke jalan yang benar, dan mengawasi
kalau-kalau anak didik menghadapi bahaya atau rintangan. Anak didik harus
memiliki kebebasan untuk maju menurut karakter masing-masing dan untuk mengasah
hati nuraninya. Dengan demikian tugas pendidik adalah memikirkan dan memilih
strategi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran serta karakteristik anak
didiknya.
demikian
tugas pendidik adalah memikirkan dan memilih strategi yangsesuai dengan tujuan
pembelajaran serta karakteristik anak didiknya. Tujuan pembelajaran yang telah
dirumuskan akan dapat tercapai secara berdaya guna dan berhasil guna, maka guru
dituntut untuk memiliki kemampuan mengatur secara umum komponen-komponen
pembelajaran sedemikian rupa sehingga terjalin keterkaitan fungsi antara
komponen pembelajaran yang dimaksud. Untuk melaksanakan tugas secara
profesional guru diharuskan memiliki wawasan yang mantap tetang strategi
pembelajaran yang sesuai dengan tujuan belajar atau tujuan pembelajaran yang
telah dirumuskan, baik dalam arti efek instruksional
sesuai dengan tujuan pembelajaran serta
karakteristik anak didiknya.strategi pembelajaran merupakan suatu kegiatan
pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran
dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Metode
pembelajaran yang bisa dipilih dari konsep strategi pembelajaran yaitu
1. Ceramah.
2.
Diskusi kelompok.
3. Demonstrasi.
4. Simulasi.
5.
Pengalaman lapangan.
6. Mind Mapping.
7.
Drama dsb.
Dalam
kurikulum 2013 strategi pembelajaran atau model pembelajaran ada 5,yaitu :
Strategi Inkuiri Learning
didefinisikan oleh Piaget (Sund dan Trowbridge, 1973) sebagai: Pembelajaran
yang mempersiapkan situasi bagi anak untuk melakukan eksperimen sendiri; dalam
arti luas ingin melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, ingin
menggunakan simbul-simbul dan mencari jawaban atas pertanyaan sendiri,
menghubungkan penemuan yang satu dengan penemuan yang lain, membandingkan apa
yang ditemukan dengan yang ditemukan orang lain.
Strategi Problem Based Learning
(PBL) merupakan metode pengajaran yang bercirikan adanya
permasalahan nyata sebagai konteks untuk para peserta didik belajar berfikir
kritis dan keterampilan memecahkan masalah, dan memperoleh pengetahuan
(Duch,1995).
Strategi Project Based Learning
merupakan pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta
didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis, dan informasi
untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.
Strategi Saintifik Learning
merupakan Proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk
konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk
mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau
merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis
data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang
“ditemukan”.
Unsur Unsur Strategi Pembelajaran
Supaya dapat merancang strategi pembelajaran
yang baik Agar dapat merancang serta melaksanakan strategi pembelajaran yang
efektif perlu memperhatikan unsur-unsur strategi dasar atau tahapan langkah
sebagai berikut:
1.
selalu dijadikan acuan dasar dalam merancang dan melaksanakan setiap kegiatan
pembelajaran. Oleh sebab itu tujuan pembelajaran perubahan perilaku tertentu
dan operasional dalam arti dapat diukur.
2. Memilih pendekatan pembelajar, suatu cara pandang
dalam menyampaikan yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran harus dipertimbang dan
dipilih jalan pendekatan utama yang dipandang paling ampuh, paling tepat, dan
paling efektif guna mencapai tujuan.
3.
Memilih dan menetapkan metode, teknik, dan prosedur pembelajaran.
a.
Metode merupakan cara yang dipilih untuk menyampaikan bahan sesuai dengan
tujuan pembelajaran
b.
Teknik merupakan cara untuk melaksanakan metode dengan sarana penunjang
pembelajaran yang telah ditetapkan dengan memperhatikan kecepatan dan ketepatan
belajar untuk mencapai tujuan
c.
Merancang Penilaian
d.
Merancang Remedial
e.
Merancang Pengayaan.
Macam-Macam Strategi.
Secara
umum strategi pembelajaran dibagi menjadi tiga, yaitu :
1).
Strategi Indukatif adalah suatu strategi pembelajaran yang memulai dari hal-hal
yang khusus barulah menuju hal yang umum.
2). Strategi Dedukatif adalah suatu strategi
pembelajaran yang umum menuju hal-hal yang khusus
3).
Strategi campuran adalah gabungan dari strategi indukatif dan dedukatif.
Adapula strategi regresif yaitu strategi pembelajaran yang memakai titik tolak
jaman sekarang untuk kemudian menelusuri balik (kebelakang) ke masa lampau yang
merupakan latar belakang dari perkembangan kontemporer tersebut.
Ruang Lingkup Strategi Pembelajaran
Strategi
pembelajaran aktualisasinya berwujud serangkaian dari keseluruhan tindakan
strategis guru dalam rangka mewujudkan kegiatan dari tingginya kuantitas dan
kualitas hasil belajar yang dicapai. sesuai dengan waktu, fasilitas, maupun
kemampuan yang tersedia.
Secara
singkat, menurut Slameto strategi pembelajaran mencakup 8 unsur perencanaan
yaitu :
1. Komponen sistem yaitu guru/dosen,
siswa/mahasiswa baikdalam ikatan kelas, kelompok maupun perorangan yang akan
terlibat dalam kegiatan belajar mengajar telah disiapkan,
2.
Jadwal pelaksanaan , format dan lama kegiatan telah disiapkan,
3.
Tugas-tugas belajar yang akan dipelajari.
4. Materi/bahan belajar, alat pelajarandan
alat bantu mengajar yang disiapkan dan diatur,
5.
Bahan pengait yang telah direncanakan,
6.
Metode dan teknik penyajian telah dipilih, misalnya ceramah, diskusi dan lain
sebagainya, dan
7.
Media yang akan digunakan. (Slameto, 1991: 91-92) Keseluruhan tindakan
strategis guru dalam upaya merealisasikan kegiatan pembelajaran, mencakup
dimensi yang bersifat makro (umum) maupun bersifat mikro (khusus).
Dan
Secara makro, strategi pembelajaran berkait dengan tindakan strategis guru
dalam: (a) memilih dan mengoperasionalkan tujuan pembelajaran (b) memilih dan
menetapkan setting pembelajaran (c) pengelolaan bahan ajar (d) pengalokasian
waktu (e) pengaturan bentuk aklivitas pembelajaran (f) metode teknik dan prosedur
pembelajaran (g) pemanfaatan penggunaan media pembelajaran (h) penerapan
prinsip-prinsip pembelajaran (i) penerapan pendekatan pola aktivitas
pembelajaran (j) pengemabangan iklim pembelajaran (k) pemilihan pengembangan
dan pelaksanaan evaluasi. (Supriadi Saputro, 2000: 23-24).
Jadi
strategi pembelajaran ini merupakan Proses belajar mengajar konvesional umumnya
berlangsung satu arah yang merupakan proses transfer atau pengalihan
pengetahuan, informasi, norma, nilai, dan lain-lainnya dari seorang guru atau
dosen kepada peserta didik, murid atau mahasiswa. Proses seperti itu dibangun
atas dasar anggapan bahwa siswa atau peserta didik ibarat bejana kosong atau
kertas putih. Guru, dosen atau pengajarlah yang harus mengisi bejana tersebut
atau menulis apapun di kertas putih tersebut. Paradigma muncul, karena tidak
lagi melihat siswa, murid, mahasiswa, peserta didik atau warga belajar sebagai
bejana kosong atau seperti kertas putih. Pandangan ini menganggap bahwa peserta
didik, warga belajar, terutama orang dewasa, sebagai manusia yang yang memiliki
pengalaman, pengetahuan, perasaan, keyakinan, cita-cita, kesenangan dan
keterampilan.
Maka
dari itu sangat perlu pengalaman mereka harus kita hargai dan diangkat dalam
proses dan aktivitas pembelajaran di kelas. Hal ini juga berimplikasi terhadap
perlunya strategi pembelajaran yang interaktif baik antara mahasiswa dengan dosen
maupun antar mahasiswa. Dengan demikian, strategi pembelajaran yang tepat akan
membina peserta didik untuk berpikir mandiri, kreatif dan sekaligus adaptif
terhadap berbagai situasi yang terjadi dan yang mungkin akan terjadi. Oleh
karena itu, ketika mempersiapkan perkuliahan, dosen atau guru harus memikirkan
cara yang tepat, agar mahasiswa, peserta didik, warga belajar mampu memproses
informasi yang telah disampai oleh guru, dosen atau para pengajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar