Laporan Bacaan 4 Magang
1
Oleh : Evilia Wandari
Kelas : PAI 4B
Nim : 11901145
Assalamua’alaikum Wr.Wb
Hallo..pada minggu lalu
saya sudah membahas tentang Strategi jadi strategi pembelajaran merupakan hal yang tepat
akan membina peserta didik untuk berpikir mandiri, kreatif dan sekaligus
adaptif terhadap berbagai situasi yang terjadi dan yang mungkin akan terjadi.
Oleh karena itu, ketika mempersiapkan perkuliahan, dosen atau guru harus
memikirkan cara yang tepat, agar mahasiswa, peserta didik, warga belajar mampu
memproses informasi yang telah disampai oleh guru, dosen atau para pengajar.
Dan pada kali saya akan
membahas tentang media pembelajaran, Apa itu Media pembelajaran? Media pembelajaran
adalah media-media yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu
guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima
pesan belajar (siswa). Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media belajar dalam
hal-hal tertentu bisa mewakili guru menyajiakan informasi belajar kepada siswa.
Jika program media itu didesain dan dikembangkan secara baik, maka fungsi itu
akan dapat diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan guru.
Dalam media
pembelejaran juga terdapat Landasan-Landasan.
Landasan Penggunaan
Media Pembelajaran Pemerolehan pengetahuan dan keterampilan,
perubahan-perubahan sikap dan prilaku dapat terjadi karena interaksi antara
pengalaman baru dengan pengalaman yang pernah dialami sebelumnya. Menurut
Bunner (1966) yang dikutib Azhar Asyad ada tiga tingkatan utama modus belajar
antara lain :
(a) Pengalaman langsung (enative), adalah
mengerjakan, misalnya arti kata simpul dipahami langsung dengan membuat simpul,
(b) Pegalaman piktorial/gambar (iconic),
adalah pengalaman yang diperoleh melalui gambar, misalnya kata simpul
dipelajari dari gambar, lukisan foto, atau film meskipun siswa belum pernah
mengikat tali untuk membuat simpul mereka dapat mempelajari dan memahami dari
gambar tersebut,
(c) Pengalaman abstrak
(symbolic), adalah pembacaan kata simpul dan mencocokkan dengan simpul pada
image mental atau mencocokkannya dengan pengalamannya membuat simpul.
Agar
proses belajar mengajar dapat berhasil dengan baik, siswa sebaiknya diajak
untuk memanfaatkan semua alat inderanya. Guru berupaya untuk menampilkan
rangsangan (stimulus) yang dapat diproses dengan berbagai indra. Semakin banyak
alat indra yang dugunakan untuk menerima dan mengolah informasi tersebut, maka
informasi akan dapat bertahan dan tesimpan dalam ingatan. Salah satu gambaran
yang paling banyak dijadikan acuan sebagai landasan teori penggunaan media
dalam proses belajar adalah Dale’s Cone of Experience (kerucut pengalaman
Dale).
Macam-macam
media pembelajaran
Media
Pembelajaran banyak sekali jenis dan macamnya. Mulai yang paling kecil
sederhana dan murah hingga media yang canggih dan mahal harganya. Ada media
yang dapat dibuat oleh guru sendiri, ada media yang diproduksi pabrik. Ada
media yang sudah tersedia di lingkungan yang langsung dapat kita manfaatkan,
ada pula media yang secara khusus sengaja dirancang untuk keperluan
pembelajaran. Media pembelajaran dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Media Nonelektronik
a. Media Cetak Media
cetak adalah cara untuk menghasilkan atau mnyampaikan materi, seperti buku dan
materi visual statis terutama melalui proses percetakan mekanis atau
fotografis.19 Contoh media cetak ini antara lain buku teks, modul, buku
petunjuk, grafik, foto, lembar lepas, lembar kerja, dan sebagainya. Media ini
menghasilakan materi pembelajaran dalam bentuk salinan tercetak. Dua komponen
pokok media ini adalah materi teks verbal dan materi visual yang dikembangkan
berdasarkan teori yang berkaitan dengan persepsi visual, membaca, memproses
informasi, dan teori belajar.
b. Media Pajang Media
pajang umumnya digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi didepan
kelompok kecil. Media ini meliputi papan tulis, white board, papan magnetik,
papan buletin, chart dan pameran. Media pajang paling sederhana dan hampir
selalu tersedia disetiap kelas adalah papan tulis.
c. Media Peraga dan Eksperimen Media peraga
dapat berupa alat-alat asli atau tiruan, dan biasanya berada di
laboratorium.Media ini biasanya berbentuk model dan hanya digunakan untuk
menunjukkan bagian-bagian dari alat yang asli dan prinsip kerja dari alat asli
tersebut. Di samping media peraga terdapat pula media eksperimen yang berupa
alat-alat asli yang biasanya digunakan untuk kegiatan praktikum.
2. Media Elektronik
a. Overhead Projector
(OHP) Media transparansi atau overhead transparency (OHT) sering kali disebut
dengan nama perangkat kerasnya yaitu OHP (overhead projector). Media
transparansi adalah media visual proyeksi, yang dibuat di atas bahan
transparan, biasanya film acetate atau plastik berukuran 81/2” x 11”, yang
digunakan oleh guru untuk memvisualisasikan konsep, proses, fakta, statistik,
kerangka outline, atau ringkasan di depan kelompok kecil/besar.20
b. Program Slide
Instruksional Slide merupakan media yang diproyeksikan dapat dilihat dengan
mudah oleh para siswa di kelas. Slide adalah sebuah gambar transparan yang
diproyeksikan oleh cahaya melalui proyektor.21
c. Program Film Strip Film strip adalah satu
rol positif 35 mm yang berisi sederetan gambar yang saling berhubungan dengan
sekali proyeksi untuk satu gambar.
3. Media Pendidikan
Agama Islam
Para
Nabi menyebarkan agama kepada kaumnya atau kepada umat manusia bertindak
sebagai guru-guru yang mengajarkan dan mencontohkan bagaimana pendidikan
keagamaan yang agung dan benar. Usaha Nabi dalam menanamkan aqidah agama yang
dibawanya dapat diterima dengan mudah oleh umatnya, dengan menggunakan media
yang tepat yakni melalui media perbuatan Nabi sendiri, dan dengan jalan
memberikan contoh teladan yang baik. Sebagai contoh teladan yang bersifat
uswatun hasanah, Nabi selalu menunujukkan sifat-sifat yang terpuji, hal ini
diungkapkan dalam Al-Qur’an surat al-Ahzab 21.
Artinya: “Sesungguhnya
telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kamu (yaitu)
orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia
banyak mengingat Allah”. Nabi selalu memberikan contoh tauladan atau menjadikan
dirinya sebagai model dalam mendakwahkan seruan Allah.
Media
pendidikan agama adalah semua aktivitas yang ada hubungannya dengan materi
pendidikan agama, baik yang berupa alat yang dapat diragakan maupun
teknik/metode yang secara efektif dapat digunakan oleh guru agama dalam rangka
mencapai tujuan tertentu dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Semua alat
yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai pendidikan dan
pengajaran agama kepada orang lain, segala sesuatu atau benda atau dapat
dipakai sebagai media pengajaran agama, seperti;
1) papan tulis,
2) buku pelajaran,
3)
buletin board dan display,
4)
film atau gambar hidup,
5)
radio pendidikan,
6)
televisi pendidikan,
7)
komputer,
8)
karyawisata, dan lain-lain.
Manfaat Media
pembelajaran
Hamalik
(1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar
mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan
motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh
psikologis terhadap siswa.27 Secara umum, manfaat media dalam proses
pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga
pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Tetapi secara lebih khusus ada
beberapa manfaat media yang lebih rinci Kemp dan Dayton (1985) misalnya, mengidentifikasi
beberapa manfaat media dalam pembelajaran yaitu28 :
a.
Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan Dengan bantuan media
pembelajaran, penafsiran yang berbeda antar guru dapat dihindari dan dapat
mengurangi terjadinya kesenjangan informasi diantara siswa dimanapun berada.
b.
Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik Media dapat menampilkan
informasi melalui suara, gambar, gerakan dan warna, baik secara alami maupun
manipulasi, sehingga membantu guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi
lebih hidup, tidak monoton dan tidak membosankan.
Dapat
disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran mempunyai arti bahwa media
pembelajaran diperbaharui sedemikian rupa sehingga terbentuklah media
pembelajaran yang sistematis, terarah serta efektif dalam menunjang
keberhasilan proses belajar mengajar.